Thursday, March 7, 2013

Kamu tahu kamu jatuh cinta kalau...


Kamu tahu kamu jatuh cinta kalau...

1.kamu memikirkannya nyaris setiap saat

2.kamu teringat semua kata yang pernah ia ucapkan padamu

3.kamu mulai membicarakannya pada orang lain dalam setiap kesempatan

4.kamu menuliskan nama'a berkali",hanya untk melihat betapa sesuai'a 2 nama itu berjejeran

5.kamu merasa kamu n dia ditakdirkan u/ bersama
#oke,yang ini lebay#

6.kalau dia ada di dekatmu, rasa'a semua benda lain di dunia ini memudar dan mengecil maknanya begitu saja, sehingga hanya dialah satu-satunya yg tampak nyata

7.ada semacam gejolak dalm dirimu untuk meneriakkan fakta bahwa kamu mencintainya. Hal yang, sayangnya, sangat sulit kamu katakan padanya face-to-face

8.membaca daftar ini saja membuatmu tersenyum" mengingat semua kenangan tentangnya

9.kamu merasa sebagai orang paling bahagia dan beruntung di seluruh semesta (kecuali kalau kalian berdua lagi marahan, nah, saat itu kamu merasa jadi yang paling merana). Dan tentu saja, yang paling penting,.

10.hanya kamu lah yang tahu.

Jadi, apakah kamu sedang jatuh cinta saat ini?? :)


for me now, YES! I'M FALLING IN LOVE WITH HIM :) ---->>


Wednesday, March 6, 2013

Teruntuk calon imam ku :)


Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....

Cinta yang terlambat

#repost

sebelum membacanya, resapi qoute dari Novel Cinta yang terlambat, Dr. Ikram Abidi
"Sebagian orang berdoaagar menikah dengan laki-laki yang mereka cintaiDoaku sedikit berbeda :Aku dengan rendah hati memohon kepada Tuhanagar aku mencintai laki-laki yang aku nikahi."

*************
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja, menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah, Rangga, suamiku, tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah Rangga cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar WULAN, anak kami sekolah. Tidur Rangga sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic. Rangga hanya menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluar pun hampir tidak pernah.
Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolanyang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, Rangga lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
—————————————
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 9 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku dibawa ke ICU karena mendadak sakit, akibat jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di rumah sakit, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Tubuh Rangga tergolek lemah tanpa daya di ruang ICU dan wajahnya yang tampan terlihat pucat. Pada saat di ICU itulah, seorang wanita yang tak kukenal datang menjenguk Rangga. Dia memperkenalkan diri, bernama Dian, temannya Rangga saat Kuliah dulu.
Aku tidak tahu bagaimana mereka dulu berteman karena usia Dian 4-5 tahun lebih muda dari suamiku, JAUH LEBIH MUDA. Dia bilang Rangga adalah seniornya Dian di kampus. Dian, lumayan cantik, tapi tidakterlalu seksi juga, dan sikapnya begitu sederhana, tapi aku belum pernah melihat mata yang begitumempersona seperti yang dimiliki oleh Dian. Matanya tajam bersinar indah, penuh kehangatan dan sepertipenuh cinta. Dian juga seperti punya aura dan kharisma yang amat kuat. Ketika dia berbicara, bumi dan waktu seakan-akan waktu berhenti berputar, dan aku terpana dengan kalimat-kalimatnya nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, perempuan maupun lelaki, bahkan mungkin serangga yang lewat,akan jatuh cinta kalau mendengar Dian bercerita.
—————————————
Dian bercerita, konon waktu kuliah dulu, Dian tidak begitu kenal dekat dengan Rangga di kampus. Dian bilang, dulu Rangga sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. Baru 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Dian yang bekerja di Advertising Company akhirnya bertemu dengan Rangga yang sedang membuat iklan untukperusahaan tempatnya bekerja.
Entah bagaimana, ternyata mereka saling cocok bersabahabat. Aku mulai sadar dan mengingatsejak 3-4 bulan lalu memang ada perubahan yang cukup drastis dengan Rangga. Setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan akuparfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya.
Atau termenung memegang HP-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yangmembingungkan.
Suatu saat Dian datang lagi pada saat Rangga sakit dan masih dirawat di RS.Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Rangga tidak juga mau aku suapi. Dian masuk kamar, dan menyapaku dengan suara riang
“Halo Mbak Astrid, kenapa dengan ‘anak sulung’ Mbak yang nomor satu ini?, tidak mau makan juga dia?
“Hmmm… dasar anak nakal, sini piringnya Mbak”
Lalu, bagai dua bersaudara, Dian membantu menyuapi Rangga sambil terus mengajak Rangga bercerita. Mata Rangga menatap Dian, dan tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan…. Aku belum pernah melihat tatapan penuh perasaan yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidup yang aku lalui bersama Rangga. Tidak pernah sedetikpun! Hatiku terasa sakit.
Lebih sakit dibanding ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susahpayah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat peringatan ulang tahun pertunangan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku punya “perasaan khusus” pada wanita berhati malaikat itu?, karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihati Rangga.
—————————————
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat wanita cantik itu. Dian begitu hangat, mempersona dan penuh perhatian. Dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan Egg-Roll kesukaanku. Saat Rangga di rumah sakit, Dian menghibur dengan mengajakku dan anakku jalan2, kadang mengajak nonton. Kali lain, dia datang bersama istrinya yang cantik dan ke-2 anaknya yang lucu2.
—————————————
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. WULAN, anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 8 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka passwordemail Papanya, dan memanggilku: “Mama, mau lihat surat yang Papa kirim buat Tante Dian?” Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Dian,
Kehadiran kamu kembali yang tiba-tiba seperti beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hati dan jiwaku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada ASTRID, istriku. Aku mencintai Astrid karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya. Karena dia ibu dari anak2ku. Bahkan ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar kepada Astrid seperti ketika aku memandangmu, Dian.
Tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaan Astrid. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan pada Astrid bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuk Astrid seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan. Aku tidak akan pernah bisa memiliki kamu Dian, karena kau sudah menjadi milik orang lain, dan aku juga laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Astrid bahagia dan tertawa. Agar dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti,
you are the only one in my heart. Yours,RANGGA
*******
Mataku tiba-tiba terasa panas. WULAN, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 8tahun, dia adalah bidadari jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku ternyata tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dan aku juga tidak tahu apa yangpernah Dian lakukan terhadap suamiku saat mereka pergi berduaan sampai Rangga jadibegitu memuja Dian. Yang pasti. Suamiku mencintai orang lain. Aku mengumpulkan kekuatanku.
————————————–
Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, danaku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan kepada Rangga. Uang muka yang Rangga berikan untuk mencicil beli mobil untukku, aku kembalikan padanya.
Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Rangga merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja danminta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku.
Dulu aku meminta Rangga menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata Rangga memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ?.
Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ?. itu lebihaku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
————————————————
Sekarang ini, Rangga ternyata masih terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengansetia. Biarlah Rangga mencintai wanita itu terus di dalam hatinya. Aku akan pura pura tidak tahu menahu. Dengan berpura-pura tidak tahu, aku berharap akan membuat suamiku lebih berbahagia.
————————————————
SETAHUN KEMUDIAN … DIAN duduk disamping WULAN, membuka amplop surat-surat itu dengan air mata menetes. Mereka berada diluar ruang jenazah sebuah rumah sakit di Jakarta, sedang menunggu RANGGA yang masih dalam perjalanan pulang dari Makassar….. DIAN membaca satu persatu, surat-surat yang ditulis oleh ASTRID:
Rangga, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang tampan, pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku….. Ternyata aku keliru…. Aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang wanita teman kantormu dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai kamu. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika kamu berkata kepadaku:
“Kenapa, Astrid? Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”.
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Sekarang aku menyesal memintamu melamarku dulu. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan. Dari Istrimu, “ASTRID”
————————————————
Di surat ASTRID yang lain,
Rangga, suamiku………, Kehadiran “Wanita itu” membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang “Wanita itu ……”
————————————————
Di surat yang kesekian,
Rangga……. Aku bersumpah, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Rangga. Engkau lihat kan?, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?
Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah……. Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”
DIAN menghapus air mata yang terus menetes dari kedua matanya. Dipeluknya WULAN yang tersedu-sedu disampingnya.
————————————————
Dan di surat ASTRID yang terakhir, pagi ini… Rangga, suamiku yang tercinta, …………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah.
Tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit. Tahukah engkau suamiku?, Selama hampir 12 tahun aku mengenalmu, 3 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu. Inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu sayang…..?”
—————————————
WULAN menatap pada DIAN dan bercerita: “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan di wajah Mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku memang menyayangi Mama, dan selalu menganggapnya sebagai Mama yang paling cantik sedunia, tapi aku tidak pernah melihat wajah yang sangat BERSINAR dari Mama seperti siang itu. Mama terlihat begitu cantik dan berseri.
Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Tapi ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… Aku tidak sanggup melihat Mama terlontar, Tante Dian….. Aku melihat Mama masih memandangku dengan tersenyum, sebelum dia akhirnya berhenti bergerak……”.
Dian memeluk WULAN yang terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu keciluntuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia bersikap sangat dewasa.
—————————————
Kali ini Dian mengeluarkan selembar kertas yang dia print sendiri tadi pagi. Itu adalah email yang dikirimkan oleh RANGGA kepada DIAN kemarin malam, dan tadinya Dian ingin memberikan email suaminya itu kepada Astrid.
———————————–
“Dear DIAN”
Selama beberapa bulan ini aku mulai merasakan istriku berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku.
Dan tadi malam, Astrid pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki Astrid. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya? Aku terus berusaha belajar mencintai Astrid seperti yang selalu engkau sarankan, Dian. Dan besok aku akan memberikan surprise untuk Astrid, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. “Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena ASTRID adalah BELAHAN JIWAKU ….”
Yours, RANGGA
—————————————
DIAN menatap RANGGA yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping batu nisan Astrid. Di wajah tampan Rangga tampak duka yang dalam. Terlambat…!. Semuanya telah terjadi.
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Allah pun berbicara saat kau jatuh cinta :)

Sekar : Tuhan, hari ini aku kenalan sama orang, namanya ikhwan.. orangnya baiiik sekali, kira-kira besok aku ketemu lagi ga ya sama dia?
Tuhan hanya diam..

Sekar : ya Rabb.. hari ini aku ngobrol sama ikhwan, ternyata dia ramaaah banged, orangnya dewasa lagi, kira-kira sekarang dia lagi ngapain yaa?
Tuhan hanya mendengarkan..

Sekar : ya Allah.. hari ini aku ketemu dan ngobrol sama dia, rasanya seneeeng banged, dia bilang aku baik… dia bilang…. dia bilang…. duuh, kenapa sih aku ga bisa berenti mikirin dia?

Sekar : ya Tuhan.. dia bilang dia sayang aku, rasanya aku mulai jatuh cinta deh...

Sekar : Tuhanku.. udah seminggu ini dia ga ngasih kabar, kenapa ya ? apa dia udah lupa ya sama aku?

Sekar : Tuhanku.. udah sebulan tapi tetep ga ada kabar, smsku ga pernah dibales, teleponku pun ga pernah diangkat, ternyata bener, dia udah ga peduli.. ternyata bener, dia Cuma pura-pura sayang..
aku sedih ya Tuhaan...
ternyata aku bodoh sekali..

ternyata..

ternyata…

………….......

akhirnya Tuhan pun bicara...

sekar, sebelum tangismu memecah dunia..
sudah Ku pilihkan untukmu pendamping yang setia..
yang akan menjagamu sepanjang waktu..
yang akan memimpinmu untuk menjaga kemuliaan dien-Ku..
maka mengapa engkau rela masuk ke dalam labirin cinta yang semu,
dan mengikrarkan cintamu pada seseorang yang tak kau tahu..

sekar..
saat kau merasa bahagia atas cinta yang kau rasa,
tak tahukah engkau betapa Aku tercabik-cabik saat pikiranmu mengawang bersamanya..
padahal kau tahu Aku dekat….
Bahkan lebih dekat dari urat lehermu sendiri..
Maka mengapa kau tak peduli padaKU ?

Sekar..
Saat kau merasa pijakanmu runtuh ketika ia pergi..
Mengapa kau tak melihat bahwa Aku selalu menemani?
Mengapa kau terus menyiksa diri dengan sejuta pertanyaan kenapa ia tak kembali?

Sekar yang Ku kasihi dan Ku sayangi seperti hamba-hambaKu yg lain…
Ku beri engkau orangtua, saudara, dan sahabat untuk bisa kau jaga..
Untuk jadi teman tertawa dan saling menebar cinta..
Untuk membantumu menghapus duka lara..
Tapi mengapa kau tak menyibukkan diri untuk memikirkan mereka?
Memikirkan orang-orang yang sungguh mencintaimu..
Memikirkan mereka yang sayangnya takkan pernah putus oleh waktu..

Namun, jika hati dan seluruh ragamu ingin kembali ke cahayaKu…
Maka tak pernah ada kata terlambat untukmu.
Dan para malaikat telah mencatat niat tulusmu itu dibukunya..
Dan saat itu pula kau akan melihatKu tersenyum bahagia ke arahmu..
Karena apapun keadaanmu..
Kasih sayangKu tak akan pernah pudar..
kepedulianKu tak akan pernah mati..
rahmatKu tak akan pernah surut..
hingga bumi mengeluarkan isi perutnya..
hingga semesta meruntuhkan langit terakhirnya,,
ketahuilah…
cintaKu, kasihKu akan selalu ada..
sampai perjalananmu nanti menuju syurgaKU…

===================
dikutip dari catatan : Renungan dan Kisah Inspiratif..

cinta itu seperti...

Cinta itu sepertii......
1.Cinta itu seperti rokok, udah tau bakalan ngebunuh, tapi tetep di isep juga

2.cinta itu seperti rambut, tumbuh alami jika kuat, rontok hilang jika tak di rawat

3.cinta itu seperti band dalem, tak perlu terlihat untuk memberi manfaat

4.cinta itu seperti tali kutang, semakin besar isinya (cintanya) semakin panjang talinya (umur hubungannya)

5.cinta itu seperti pasir, semakin kita genggam kuat kuat, semakin sedikit pasir yang kita dapat

6.cinta itu seperti kopi, kadang pahit, tapi sebagian orang sangat menikmatinya

7.cinta itu seperti sebatang kayu, bisa makin kuat, bisa juga rapuh, tergantung bagaimana kita menjaganya

8.cinta itu seperti odong odong, kadang naik turun, tapi justru itulah yang membuatnya menyenangkan

9.cinta itu seperti naik motor, kadang menggebu-gebu, kadang pelan saja

10.cinta itu seperti medan magnet, yang menyatukan 2 kutub yang berlawanan


Just for fun guys ;D

Sedikit opini tentang 'pacaran'

Yaa mungkin pertanyaan ini lah yang muncul di benak saya dan mungkin kalian juga. Apa itu pacaran? Seberapa pentingkah kita untuk menjalin hubungan yang di sebut pacaran?Berikut adalah jawaban yang saya dapat dari Bapak Salvador Dalimunthe melalui putrinya, Srikurnia Laraswati dengan beberapa tambahan dari opini saya sendiri. Beliau berkata, pacaran itu BELAJAR :

1.Belajar untuk berkomitmen, menjalin suatu hubungan

2.Belajar untuk setia kepada pasangan dengan tidak "jajan" walaupun hal itu barulah niat kita semata

3.Belajar untuk saling mengerti dan memahami satu sama lain, mengerti karakter positif dan negatif pasangan kita, dan cara untuk memahaminya

4.Belajar untuk menjaga nama baik keluarga, jangan sampai nama keluarga tercemar hanya karena suatu hubungan yang bisa dibilang sesaat

5.Belajar untuk menjaga nama baik diri sendiri, janganlah rusak nama baik diri sendiri dengan melakukan hal"yang tercela selama menjalani hubungan

6.Belajar untuk menjaga hawa nafsu, jangan sampai kita menjadi manusia amoral yang dikarenakan terbujuk rayuan syaitan dengan beratapkan alasan cinta!

7.Belajar untuk berbagi kebahagiaan dan juga kesedihan, dengan bersikap terbuka kepada pasangan,dengan menceritakan masalah kita, apa yang kita alami, sampai hal kecil sekalipun, jangan sekali kali berfikir itu akan membebani pasangan anda, justru jika anda tidak terbuka, pasangan anda akan merasa khawatir dan juga agar kita bisa mengerti apa yang dia rasakan dan dia mengerti apa yang kita rasakan.

Tapi, dari ketujuh
pengertian pacaran itu, sejatinya kekasih kita bukanlah pacar kita! Ia hanyalah seseorang yang saat ini spesial dan paling dekat dengan kita. Karena pacar kita tetaplah ORANG TUA kita dan cinta sejati kita hanyalah ALLAH semata :-)

first meet


;)waktu itu tanggal 21-10-2012 tiba tiba dapet jarkoman kalo anak BEM disuruh ngumpul di direktorat karena ada perkenalan dari Sekjen FORKOMPI.. sumfeehh pas dapet jarkoman tuh sebenernya rasanya mager pake banget. gimana ga mager, lha wong dari rumah ke kampus itu udah kaya membelah Jakarta, dari Utara-Selatan, Ancol_Famawati -__- etapi, kebetulan si babeh kaga kerja tuh, alhasil gue bawa ajalah itu motor doi.. cuss lah langsung. singkat cerita, gue nyampe disana dan cuma sedikit yang dateng. ckck okelah langsuungg dah tuh yang dari Poltek Lampung dateng 2 orang, sama 1 orang lagi ngintil dari Poltek 2 hihiii nahh yang ngintil ininihh yang gak gue sangka sangka sekarang malah jadi orang yang memberikan banyak cerita hadir di hidup gue :) 

nb : Dia si baju hitam di pojok kanan ;)